Sejarah Teh Celup

Minuman Teh sudah menjadi bagian hidup sebagian orang. 

Dewasa kini hampir dipastikan tiap manusia sudah merasakan segarnya dari minuman daun teh ini. 

Banyak sudah produk-produk kategori foods yang berasal dari teh.

Nah, dari minuman teh-pun mengalami perubahan inovasi, jika dahulu awal mula dikenal minuman teh hanya dengan cara diseduh langsung atau orang Indonesia menyebutnya Teh Tubruk, 

kini setelah ditemukannya cara yang lebih praktis yakni menggunakan Teh Celup, 

kita sudah tidak perlu lagi repot-repot membersihkan atau menyaring sisa-sisa residu daun teh.

Namun tahukah anda tentang sejarah awal mula ditemukannya teh celup ini?

Thomas Sullivan Penemu Teh Celup

Adalah Thomas Sullivan, seorang pedagang kopi dan teh dari negara Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an beliau mengirimkan sebuah contoh minuman teh untuk pelanggannya. 

Dimasa itu untuk mengirim produk tersebut biasanya menggunakan bungkus dari kaleng, namun untuk menghemat anggaran biaya pengiriman, 

maka Dia menggunakan bungkus dari kain sutra.

sejarah teh celup
        baca juga : Sejarah Penemuan Minuman Teh

Nah, setelah kiriman sampai para pelanggannya tersebut dibuat bingung dengan bungkus baru ini. 

Biasanya mereka mendapatkan daun teh dengan bungkus kaleng yangmana cara mengolahnya adalah dengan cara sistem seduh langsung. 

Ketika mendapati bungkus baru ini (kain sutra), terjadilah sebuah kesalah pahaman, sebagai cikal bakan dari awal mula ditemukannya teh celup. 

Mereka para pelanggan beranggapan, bahwa untuk menyeduhnya tinggal langsung diseduh beserta kain sutranya, 

dan benar saja dari cara ini tercipta sebuah minuman teh rasa yang sama namun dengan satu kelebihan, yaitu tidak perlu repot membersihkan maupun menyaring daun teh.

Kabar ini-pun lama-lama terdengar juga oleh Thomas Sullivan, atas penemuan tidak sengaja tersebut akhirnya beliau mulai merancang sebuah bungkus teh yang lebih efisien dan juga lebih praktis dari kain sutra, 

dan dipilihlah jenis pembungkus dari kain kasa dan terus berlanjut sampai hari ini dengan bahan dari kertas tipis
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+